Tampilkan postingan dengan label Profil Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Tunjukkan Kepedulian untuk Muslim Papua

|

Ketika berbicara tentang Papua, maka kemungkinan yang akan terlintas dalam benak kita adalah Kaum Muslimin tidak ada di sana. Untuk mengubah persepsi semacam inilah, maka RISMA mengundang Ustadz Fadlan Garamatan sebagai pembicara dalam Obrolan Puasa (OPUS) II pada Ahad, 13 September 2009 pukul 09.00 WIB. Tema OPUS kali ini adalah “Geliat Perjuangan Dakwah Islam di Papua”. Selain ceramah, OPUS kali ini juga melakukan penggalangan dana bagi muslim di papua.

Pemaparan dari Ustadz Fadlan akan membuat diri kita berkaca. Beratnya medan dakwah di pedalaman Papua, kesabaran para mubaligh yang berdakwah di sana, serta antusiasme dari orang Papua untuk masuk Islam seharusnya membuat kita merasa malu. Yup, dengan segala kemudahan yang kita dapatkan saat ini, kok begitu sedikit kontribusi kita untuk dakwah Islam?

Dalam pemaparannya, Ustadz Fadlan menyampaikan sebuah cita-citanya yang indah, yaitu menjadikan Papua sebagai Serambi Madinah. “Kita sudah punya Serambi Mekkah, oleh karena itu kita juga harus punya serambi madinah,” ucap Ustadz Fadlan. Papua harus menjadi Negeri Islam, dikarenakan Papua menyambut azan subuh terlebih dahulu dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, Papua ber Idul Fitri dan Idul Adha terlebih dahulu dibandingkan Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian Barat. Makanya, mulai sekarang mari tunjukkan kepedulian bagi saudara-saudara muslim di Papua.

Buat Rekan-rekan RISMA yang gak hadir ketika acara tersebut berlangsung, wah rugi banget deh. Tapi tenang, ngaji kita gak berhenti cuma sampai sini kok. Masih banyak kesempatan lain untuk mengaji. Oleh karena itu, yuk gabung terus di RISMA !!!


Sahur On The Spot

|

Apaan nih koq namanya Sahur on The Spot? Mungkin kita lebih sering mendengar Sahur on The Road, di banding Sahur on The Spot.

Jadi, tahun ini Risma Jatibening satu mengadakan perubahan di banding sahur-sahur sebelumnya yang membagikan makanan sahur kepada orang yang kurang mampu dijalanan yang kita lalui, seperti gelandangan, pengemis atau tukang sapu. Sekarang kita mengadakan sahur di tempat yang sudah kita tentukan sebelumnya, dan tanpa berkeliling membagikan makanan, tapi kita langsung ke tempat tujuan. Acaranya berlangsung pada hari Ahad, 6 September 2009.

Daripada pusing mikir ke mana kita akan pergi, ya..langsung ajah tanpa banyak pikir hehe…kita jatuhkan ke tempat yang selama ini mempunyai hubungan erat dengan risma, dan sudah kita kenal, yaitu Rumah Kita. Rumah Kita, yaitu rumah singgah bagi anak-anak jalanan, dimana tempat ini sebagai rumah kedua mereka, sebagai tempat pendidikan mereka, yang pada umumnya sudah melepas dari pendidikan formal mereka di sekolah, di tempat ini mereka dididik secara Islami oleh pengelolanya.

Okeh ini detail acaranya:
Jam 01.00 WIB - Kami berkumpul di masjid At-Taqwa, lalu berkemas memasukan makanan ke mobil, briefing, berdoa, dan berangkat sekitar jam 1.30. Jumlah rombongan sekitar belasan mobil.

Jam 02.30 WIB - Kami sampai di Rumah Kita, ternyata kedatangan kami sudah ditunggu-tunggu oleh mereka. Kedatangan kami di sambut Kak Ferry berikut anak asuhnya. Sesampai didalam, tanpa menunggu lama acara langsung dimulai. Pertama, mereka menyumbangkan sebuah lagu dengan iringan alat musik. Berikutnya mendengar cerita, dan pengalaman hidup mereka yang senang maupun susah, dan tidak hanya itu, mereka juga mempunyai beberapa prestasi mengenai pencegahan penyakit kelamin, bahkan beberapa di antara mereka sampai dikirim keluar negeri sebagai perwakilan Indonesia.

Jam 03.30 WIB - Kami memulai sahur bersama.

Jam 04.30 WIB - Kami selesai makan dan mulai berangkat ke masjid terdekat untuk solat subuh bersama. Setelah sholat kami kembali ke tempat Rumah Kita, dan dilanjutkan dengan ceramah yang menarik dari Ustad Fahrur Rozi, (walaupun kita menahan kantuk yang amat sangat hihihi...) dengan tema pembicaraan seputar Ramadhan, dan dilanjutkan sesi tanya jawab.

Jam 06.30 WIB - Acara di akhiri dengan membagikan bingkisan, dan Parsel untuk mereka berupa Makanan Ringan dan sembako.

Jam 07.00 WIB - Kami kembali menuju Masjid At Taqwa Jatibening Satu

Gitu deh rekan-rekan RISMA, menarik kan? Mudah-mudahan amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT. Aamien. (oleh : Diki Briantoro)




Belajar dari Tionghoa Muslim

|

Rekan-rekan RISMA yang berbahagia, kali ini Redaksi http://risma.tk/ cuma mau bilang, “Belajar dari Tionghoa Muslim”. Itulah yang dapat Kami simpulkan dalam acara Obrolan Puasa (OPUS) I pada Ahad, 30 Agustus 2009. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut mendatangkan Ketua Pendidikan dan Dakwah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ustadz HM. Syarif Tanudjaja, SH sebagai narasumber. Tema acara OPUS kali ini adalah “Muslim Tionghoa : Perkembangan dan Kontribusinya dalam Dakwah Islam di Indonesia”.

Dalam pemaparannya, Ustadz Syarif menyampaikan bahwa orang-orang Tionghoa yang pertama kali sampai ke nusantara ternyata kebanyakan beragama islam. Sebuah fakta yang terkaburkan dalam penulisan sejarah Indonesia. Beliau juga menyampaikan, bahwa salah satu penyebab terhambatnya dakwah islam kepada etnis tionghoa adalah politik devide et impera (politik pecah belah) yang dilancarkan oleh penjajah Belanda, yang membagi-bagi warga negara dalam berbagai kelas, seperti bangsa eropa, bangsa timur jauh, inlander, dan lain sebagainya.

Beliau juga menyampaikan, banyaknya kesulitan yang dihadapi oleh para mualaf yang berasal dari etnis tionghoa di awal-awal masuk islam. Mulai dari kesulitan dalam mencari wadah untuk memperdalam islam, hingga konflik dalam keluarga. Mendengar pemaparan beliau, kita semua akan merasa sangat beruntung sekali lahir dalam keluarga muslim. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa tionghoa muslim yang ada di Indonesia adalah bagian dari kaum muslimin, dan mereka juga berupaya untuk memajukan dakwah Islam.

“ … Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu …” (QS. Al Hujurat :13). Kami rasa firman Alloh SWT inilah yang dapat menggambarkan perjuangan tionghoa muslim yang ada di Indonesia dalam menegakkan kalimat Tauhid di Nusantara. Ketaqwaan menjadi ukuran kemuliaan, bukan dari kekayaan, keturunan, maupun dari kedudukan kita. Semoga Alloh SWT menerima amal ibadah kita semua. Aamin.


KARISMA Sya’ban 1430 H

|

Mengupas hikmah di balik peristiwa Isra Mi’raj. Itu tema KARISMA Sya’ban 1430 H. Kali ini, KARISMA diisi oleh Ustadz Syihabuddin Umar. Berbeda dengan KARISMA sebelumnya, KARISMA Sya’ban 1430 H diselenggarakan pada Kamis, 1 Sya’ban 1430 H atau bertepatan dengan 23 Juli 2009, ba’da sholat Isya.

Dalam kajian singkatnya, Ustadz Syihabuddin mengingatkan seluruh jama’ah untuk menjaga oleh-oleh Isra Mi’raj yang dibawa Rasululloh SAW, yakni perintah sholat. Sesungguhnya amalan pertama yang akan dihisab adalah sholat, ketika sholatnya baik maka amalan lainnya akan menjadi baik. Selain itu, beliau juga mengingatkan kepada kita semua, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Ramadhan 1430 H yang akan datang, mulai dari persiapan keilmuan, fisik, ruhiyah, serta finansial. Kesemuanya akan menjadi penunjang kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan.

Temen-temen, gak terasa sebentar lagi Ramadhan lho. Sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi Ramadhan belum? Mudah-mudahan amal ibadah kita pada Ramadhan yang akan datang menjadi lebih baik dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Aamin.


KARISMA Jumadil Akhir 1430 H

|

Temen-temen, Ustadz Ahmad Salimin Dani dateng ke Masjid At Taqwa Jatibening Satu. Beliau datang sebagai narasumber KARISMA Jumadil Akhir 1430 H. Beliau siapa sih? Ustadz Ahmad Salimin Dani adalah Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bekasi.

KARISMA kali ini diselenggarakan pada Ahad, 7 Jumadil Akhir 1430 H atau bertepatan 31 Mei 2009. Seperti biasa, acara diselenggarakan mulai pukul 09.00 WIB sampai waktu Dzuhur.

Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan ceramah tentang Pengantar Dasar Aqidah Islam. Dalam ringkasan pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa untuk memperkuat aqidah ummat Islam, ada 2 hal yang harus selalu dipegang teguh, yaitu Al Qur’an an As Sunnah. Dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah, Tarikh Nabawi (Sejarah Nabi) serta sejarah para sahabat dan orang-orang sholih sesudahnya juga harus pula dipahami, karena dengan hal tersebut, pemahaman kita terhadap aqidah dan hukum Islam menjadi benar.

Seperti KARISMA sebelumnya, acara kali ini pun berlangsung meriah. Jama’ah yang datang tidak hanya dari lingkungan Jatibening Satu, akan tetapi juga dari perumahan lain. Makanya, temen-temen yang gak dateng, jelas kelewatan satu momen istimewa buat Tholabul Ilmi. Tapi tenang aja, KARISMA gak berhenti sampai di sini kok. Akan ada KARISMA lain di waktu yang akan datang. Jangan lupa ikutan ya!


KARISMA Jumadil Awwal 1429 H

|

Fren, Ketua IKADI datang ke Masjid At Taqwa Jatibening Satu. IKADI? Apaan tuh?

IKADI itu singkatan dari Ikatan Da’i Indonesia. Saat ini yang menjabat menjadi Ketua IKADI adalah DR. Ahmad Satori Ismail. KARISMA kali ini dilaksanakan pada 15 Jumadil Awwal 1429 H atau bertepatan dengan 20 Mei 2008. Mau tahu tema kali ini?

Tema KARISMA kali ini adalah “Mewaspadai Aliran-aliran Sesat di Indonesia”. Wuih …. Serem ya? Yup, bisa serem kalo kita terseret ke dalam aliran-aliran sesat. Makanya, untuk mencegah agar karib kerabat kita gak ada yang terseret ke aliran-aliran sesat, perlu ada penyuluhan tentang hal tersebut. Nah, IKADI sebagai salah satu wadah para mubaligh memiliki tanggung jawab terhadap tersebut.

Tema-tema yang membahas mengenai aliran-aliran sesat harus kian digalakkan. Bayangkan, dalam setahun belakangan ini saja, kita sudah dihebohkan dengan berbagai macam kasus aliran sesat semacam Lia Eden maupun Ahmadiyah. Gawat kan kalo gak ada yang ngasih tau?

Sekali lagi, RISMA cuma bisa mengajak temen-temen remaja muslim untuk ngaji bareng. Mudah-mudahan dengan penanaman aqidah yang benar, kita bisa terhindar dari hal-hal yang menyimpang dari ajaran islam. Makanya, jangan bosen ngaji ya … Jangan lupa ajak temen-temen yang lain !!! 


KARISMA Robiul Akhir 1429 H

|

Hayo-hayo, jangan bosen ikut pengajian … Ayo datang ke Masjid At Taqwa, ngaji bareng RISMA. Hehehe, RISMA ngadain pengajian lagi nih. Kali ini, kita ngundang Ustadz Tarmidzi Firdaus. Beliau adalah seorang mubaligh dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Temen-temen pada tahu kan, DDII itu apa? DDII itu salah satu wadah para mubaligh untuk bersatu dalam rangka menyebarkan dakwah islam di Indonesia. Kantor Pusat nya ada di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, persis di sebelah Gedung PMI DKI Jakarta.

Trus, ngapain kita ngundang Ustadz Tarmidzi? Sabar, temen-temen. Pak Ustadz mau menyampaikan materi yang judulnya “Berakhlaq seperti Rasululloh SAW”. KARISMA kali ini berlangsung pada 14 Robiul Akhir 1429 H atau bertepatan dengan 20 April 2008. Kok temanya akhlaq sih? Trus pake akhlaq Rasululloh SAW lagi? Emang apa kelebihannya?

Nah, kira-kira pertanyaan-pertanyaan di atas bakal muncul di kebanyakan remaja muslim saat ini. Hal ini terjadi dikarenakan kita semakin jauh dari Dinul Islam. Semakin jauh dari Dinul Islam, maka secara otomatis kita juga jadi gak kenal sama Rasululloh SAW. Kalo kenal aja susah, boro-boro kita bisa mengikuti akhlaq beliau.

Temen-temen RISMA harus tahu dan yakin, bahwa Rasululloh SAW adalah suri tauladan yang terbaik, sebagaimana firman Alloh SWT dalam Al Qur’an yang artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21). Nah, berdasarkan ayat inilah kita harus mencontoh akhlaq Rasululloh SAW.

Dalam ceramah yang disampaikan, Subhanalloh …. Akhlaq Rasululloh SAW kalo diibaratkan tuh … seperti sederetan tinta emas yang gak ada habisnya. Luar biasa. Betul-betul sosok manusia yang paripurna alias Komplit … plit … plit. Kita jadi dibuat berkaca diri. Jadi malu nih …

Buat temen-temen yang gak ikut, mungkin bakal nyesel kalo tau apa yang dilewatkan bersama RISMA. Tapi, jangan putus asa temen-temen. Ngajinya gak berhenti sampe di sini kok. Makanya, ikutan terus ngaji bareng RISMA ya. Dimana? Dimana lagi kalo bukan di Kajian Rutin Remaja Islam Masjid At Taqwa (KARISMA). 




KARISMA Safar 1429 H

|

Ahlussunnah Wal Jama’ah, sebuah ungkapan yang begitu sering kita dengar di telinga kita. Sebuah kalimat singkat yang penuh makna. Akan tetapi setelah diselidiki, ternyata banyak di antara kita yang tidak mengerti maknanya.

Yup, pada bulan Safar 1429 H kembali mengadakan Kajian Rutin Remaja Islam Masjid At Taqwa. Pada kesempatan kali ini, RISMA mengundang Ustadz Rijal Abdul Aziz, Lc sebagai narasumber. Tema yang dipilih pun sangat klasik, yaitu “Pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah”
Sebetulnya apa sih pengertian Ahlusunnah Wal Jamaah? Berikut ini ringkasan KARISMA pada 3 Safar 1429 H yang bertepatan dengan 10 Februari 2008.

Ternyata, dalam menjelaskan pengertian ahlusunnah wal jamaah kita harus mengetahui asal kata ungkapan tersebut, yang terdiri dari As Sunnah dan Al Jamaah. Oleh karena itu, harus dipahami satu per satu, baru kemudian didapatkan pengertian lengkapnya.

As Sunnah memiliki pengertian secara bahasa (etimologi) dan istilah (terminologi). As-Sunnah secara bahasa berasal dari kata: "sanna yasinnu", dan "yasunnu sannan", dan "masnuun" yaitu yang disunnahkan. Sedang "sanna amr" artinya menerangkan (menjelaskan) perkara. As-Sunnah juga mempunyai arti "at-Thariqah" (jalan/metode/pandangan hidup) dan "as-Sirah" (perilaku) yang terpuji dan tercela. Kemudian, istilah (terminologi) As Sunnah artinya petunjuk yang telah ditempuh oleh rasulullah SAW dan para Sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, ‘aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan.

Setelah mengetahui arti As Sunnah, selanjutnya adalah memahami makna Al Jamaah. Sebagaimana kata As Sunnah, kata Al Jamaah pun memiliki makna secara bahasa (etimologi) maupun istilah (terminologi).

Secara bahasa, Jama'ah diambil dari kata "jama'a" artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian dengan sebagian lain. Seperti kalimat "jama'tuhu" (saya telah mengumpulkannya); "fajtama'a" (maka berkumpul). Selain itu, Jama'ah adalah sekelompok orang banyak; dan dikatakan juga sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan atau jama'ah juga dapat diartikan sebagai kaum yang bersepakat dalam suatu masalah.

Kemudian, secara istilah (terminologi), Al Jamaah diartikan sebagai kelompok kaum muslimin, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat; dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW baik secara lahir maupun bathin.

Nah, setelah kita tahu arti kedua kata tersebut, barulah kita dapat menyimpulkan arti Ahlussunnah Wal Jamaah. Dari penjelasan tadi, dapat kita simpulkan bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal ‘aqidah, perkataan maupun perbuatan, juga mereka yang istiqamah (konsisten) dalam ber-ittiba' (mengikuti Sunnah Nabi SAW).

Sekarang, yang jadi pertanyaannya ... Sudahkah kita melakukan hal tersebut? Pertanyaan semacam ini cukup dijawab dalam hati saja. Yang penting, yuk kita ngaji sama-sama. Gabung terus di KARISMA ya.


RISMA Jatibening Satu Awali Tahun Baru dengan Santunan Anak Yatim

|

Bulan Muharrom telah datang, maka pergantian tahun telah dimulai. Tahun 1428 telah berlalu. Kini kita memasuki tahun 1429. Memanfaatkan momentum tahun baru, RISMA bekerjasama dengan DKM At Taqwa dan Persatuan Orangtua Santri (POS) TPA At Taqwa mengadakan kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan pada 11 Muharrom 1429 atau bertepatan dengan 20 Januari 2008. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid At Taqwa Jatibening Satu.

Diawali oleh pembacaan ayat suci Al Qur’an, kegiatan santunan anak yatim tersebut juga diisi dengan tausyiah dari Bapak Alifudin Siregar, S.Ag. Dalam tausyiah singkatnya, narasumber mengingatkan akan tiga hal pokok yang akan menjadikan hidup kita lebih bahagia, yaitu saling mengingatkan dalam kebenaran, saling mengingatkan dengan rasa kasih sayang, serta saling mengingatkan dalam kesabaran. Tausyiah diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh narasumber.

Setelah ditutup dengan doa, acara kemudian dilanjutkan dengan santunan yang diberikan secara simbolis. Mewakili DKM At Taqwa, Bapak Tadjudin Azhari memberikan bingkisan kepada anak-anak yatim di sekitar Jatibening Satu. Pemberian bingkisan juga disampaikan oleh Bapak Zulfanani, Ibu Lies Haryono serta perwakilan santri TPA At Taqwa.

Kegiatan santunan anak yatim tersebut dihadiri lebih dari 100 orang jamaah Masjid At Taqwa. Lebih dari 50 orang anak yatim di lingkungan Jatibening Satu dan sekitarnya ikut bersuka cita dalam acara tersebut. Santunan yang diberikan berupa uang serta bingkisan dari RISMA maupun Kaum Muslimin di Jatibening Satu dan sekitarnya.

Dengan semangat Hijrah, RISMA Jatibening Satu kembali menunjukkan perannya dalam pengabdian masyarakat. Tahun 1429 masih panjang terhampar. Oleh karena itu, karya nyata RISMA Jatibening Satu pun akan terus tercipta. Bagai aliran sungai yang tak dapat terbendung, RISMA Jatibening Satu akan selalu maju. Hanya kepada Alloh kita beribadah dan hanya kepada Alloh kita meminta. Oleh karena itu, hanya ganjaran Alloh yang kita harapkan. Mudah-mudahan Alloh SWT menerima amal ibadah kita semua.

Maju terus RISMA Jatibening Satu !!!

Liburan Edukatif dan Interaktif (LEADER) RISMA 1428 H

|

Mengisi liburan sekolah semester genap tahun ajaran 2006/2007, Remaja Islam Masjid At Taqwa (RISMA) Jatibening Satu mengadakan kegiatan bernuansa sosial yang diberi nama Liburan Edukatif dan Interaktif (LEADER) RISMA 1428 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 23 Jumadil Tsani 1428 atau bertepatan dengan tanggal 8 Juli 2007.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, dimana lebih dari 50 orang anggota RISMA berangkat dari Masjid At Taqwa Jatibening Satu. Pemberangkatan rombongan RISMA dilepas oleh Ketua DKM At Taqwa, Bapak Tadjudin Azhari.

Kegiatan LEADER RISMA 1428 H dilaksanakan di dua tempat. Tempat pertama yang dituju rombongan RISMA Jatibening Satu adalah Masjid Sunda Kelapa di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Rombongan tiba di Menteng pada pukul 09.30 WIB. Setelah tiba di Masjid Sunda Kelapa, rombongan RISMA Jatibening Satu disambut oleh Sekretaris Jenderal Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) beserta pengurus RISKA lainnya. Seluruh rombongan kemudian segera menuju aula kegiatan.

Tujuan dilaksanakannya kunjungan ke Masjid Sunda Kelapa di antaranya adalah untuk menjalin silaturrahiim dengan RISKA serta bertukar pengalaman dan menambah pengetahuan seputar kegiatan Remaja Masjid pada umumnya. Kegiatan dilaksanakan hingga pukul 11.45, kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari RISMA.

Setelah sholat dzhuhur, rombongan RISMA Jatibening Satu segera menuju tempat kunjungan yang kedua, yaitu Rumah Score (Soccer Children on the Road Empowerment) di daerah Pisangan, Jakarta Timur. Rumah Score merupakan rumah singgah bagi saudara-saudara kita sesama muslim yang setiap harinya berjuang di jalan untuk mendapatkan sesuap nasi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Score di antaranya adalah berbagi pengalaman, bakti sosial dan ditutup dengan pertandingan sepak bola persahabatan antara tim RISMA dengan tim Rumah Score. Akan tetapi dikarenakan beberapa halangan, pertandingan sepak bola dibatalkan. Meskipun demikian, keceriaan dan silaturrahiim yang dibangun RISMA dengan Rumah Score tidak akan pernah hilang dan akan selalu terkenang di hati. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Setelah sholat Maghrib, rombongan RISMA mohon pamit untuk pulang.

RISMA PEDULI BANJIR 2007

|

Ibukota Jakarta dan sekitarnya lumpuh total. Itulah mungkin ungkapan yang tepat dikatakan pada bulan Februari 2007 lalu. Banjir kembali melanda Kota Jakarta dan sekitarnya. Kota Bekasi juga terkena dampaknya. Luas daerah yang terkena musibah banjir kian bertambah dibandingkan tahun 2002.

Jatibening Satu sebagai bagian dari Kota Bekasi pun tak luput dari banjir. Perumahan yang dibangun sekitar tahun 1980-an tergenang sekitar 100 cm. Banjir telah menggenang hingga memasuki sebagian besar rumah di Perumahan yang asri itu. Pada malam terjadinya banjir, listrik di perumahan tersebut sempat padam, mengakibatkan kegelisahan yang cukup besar bagi seluruh warga.


Dalam keadaan yang sulit tersebut, Remaja Islam Masjid At Taqwa (RISMA) segera bertindak cepat. RISMA ingin menunjukkan kepedulian bagi saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan yang serupa, bahkan lebih parah. Dalam waktu singkat, terbentuklah Posko RISMA Peduli Banjir 2007 yang bertempat di Masjid At Taqwa Jatibening Satu. Dalam waktu hanya sepekan, RISMA berhasil mengumpulkan lebih dari 10 juta rupiah dalam bentuk bahan sembako, pakaian dan lain sebagainya.

Bantuan yang telah terkumpul kemudian segera disalurkan. Prioritas bantuan diberikan kepada lingkungan terdekat. Warga yang tinggal di permukiman kumuh di Bantaran Kali sekitar perumahan Jatibening Dua menjadi prioritas utama. RISMA berhasil menyiapkan lebih dari 100 buah paket sembako dan pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada warga. Bantuan disalurkan hingga malam hari, dengan mengerahkan lebih dari 30 orang anggota RISMA.

RISMA selalu tanggap dalam menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. RISMA akan selalu menunjukkan kepedulian sosialnya kepada masyarakat. RISMA adalah organisasi yang memberikan pengabdian bagi masyarakat. MAJU TERUS RISMA !!!

Kajian Rutin Remaja Islam Masjid At Taqwa (KARISMA)

|

Generasi Muslim yang gemar menuntut Ilmu. Ya, sepertinya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan semangat Remaja Islam Masjid At Taqwa (RISMA) Jatibening Satu. Organisasi yang penuh berkah ini telah membuat nuansa majlis ta’lim menjadi suatu hal yang dekat bagi para remaja. Bahkan, yang lebih hebat lagi, orangtua pun juga tertarik untuk mengikutinya.

Kajian Rutin Remaja Islam Masjid At Taqwa (KARISMA). Suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk pribadi–pribadi muslim yang tangguh, yang memiliki aqidah yang bersih serta wawasan keislaman yang luas. Kegiatan yang telah dimulai sejak tahun 2006 ini telah menjadi kegiatan rutin yang mengobarkan semangat keislaman bagi generasi muda muslim di Jatibening Satu dan sekitarnya.

Acara yang diselenggarakan sebulan sekali ini. Meskipun cuma sebulan sekali, hasilnya tetap luar biasa. Gak percaya? Ini buktinya.

Pada bulan Muharrom 1428 H lalu, KARISMA berhasil mengundang Ustadz Ferry Nur, SSi (Sekretaris Jenderal Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) sebagai Narasumber dalam acara yang bertajuk ”Semangat Hijriah untuk Solidaritas Palestina”. Dalam acara yang singkat tersebut, diselenggarakan pemutaran film dokumenter, peluncuran buku ”Palestina : Pertanyaan Berjawab”, serta penggalangan dana bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Pada bulan-bulan selanjutnya, KARISMA juga mengundang narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti Ustadz Taufiqurrohman, Lc (Narasumber RAS FM) dan Ustadz Drs. Asep Sofyan Hamidi (Tim Pengajar Kajian Nilai Dasar Islam Darussunnah). Perlahan tapi pasti, KARISMA berkembang dari sebuah Kajian Keislaman menjadi sebuah kebutuhan bagi Remaja Muslim Jatibening Satu dan sekitarnya.

Untuk teman-teman yang mau ikutin dan ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan ini, bisa mengirimkan e-mail ke:
risma.jatibening.satu@gmail.com Buruan ikutan ya !!!

 

©2009 risma jatibening satu | Design by risma jatibening satu